![]() |
| sumber : pinterest |
Bahasa Indonesia sering diartikan sebagai bahasa pemersatu
Indonesia. Secara umum, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan untuk
berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Bahasa menjadi sumber menyampaikan
informasi dan meneruskan informasi.
Adapun menurut beberapa para ahli mengenai bahasa, diantaranya :
1.
Chaer
(2003:30), bahasa adalah alat verbal untuk komunikasi. Sebelumnya (1994), Chaer
menegaskan bahwa bahasa sebagai suatu lambang bunyi yang bersifat arbitrer yang
digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat untuk berinteraksi dan
mengidentifikasi diri.
2.
Tarigan
(1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu
sistem yang sistematis, barangkali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat
lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
3.
Santoso
(1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia
secara sadar.
Jadi, bahasa merupakan suatu alat komunikasi, baik lisan maupun
tulisan. Bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan yang lain seperti
mengatakan, menyatakan, megungkapkan sesuatu.
Tapi tak jarang dari kita keliru dalam penggunaan bahasa. Bukan
hanya dalam pengucapan, melainkan dalam penulisan juga. Setiap orang memiliki
tingkatan atau kualitas yang berbeda-beda dalam kebahasaan. Biasanya, orang
yang memiliki keterampilan berbahasa, komunikasi antara satu dengan yang lain
akan mudah dipahami. Namun lain halnya bagi orang-orang yang memiliki tingkat
keterampilan berbahasa lemah, mungkin tidak jarang menimbulkan kesalahpahaman. Seperti
dalam kegiatan sehari-hari, kita seringkali keliru dalam kata antre atau antri.
Lalu, adakah yang baku diantara kedua kata tersebut?
` Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) antre adalah berdiri berderet-deret, menunggu
untuk mendapat giliran. Sedangkan antri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
tidak ditemukan dan termasuk suatu bentuk tidak baku dari kata antre.
Kata antre, termasuk ke dalam verba yakni kata kerja. Jika kata tersebut
menggunakan imbuhan -an bisa menunjukan makna dari kata dasar tersebut. Maka,
kata antre+an = antrean berubah menjadi kata nomina yakni kata benda.
Hal tersebut disebabkan karena kata antre termasuk ke dalam
tindakan.
Contoh : Ibu sedang antre untuk membeli tiket.
Namun, jika ditambahkan imbuhan antre+an = antrean, menunjukan suatu
bentuk dari kata benda.
Contoh : Ayah mengambil nomor antrean di ruang pendaftaran.
Kedua contoh tersebut, kata dasar antre memiliki banyak arti jika ditambahkan imbuhan sesuai dengan
kebutuhan kata tersebut, baik dari pengucapan maupun dalam penulisan kata.
Lalu, mengapa masih banyak orang yang menggunakan kata antri
dalam antre? Hal ini karena kurangnya pemahaman dan kepekaan masyarakat sekitar
terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Pentingnya mempelajari bahasa Indonesia,
selain menambah wawasan, kita juga dapat menjaga serta melestarikan bahasa
Indonesia agar tetap bertahan dan berkembang dimasa yang akan datang.
Sumber
:

BalasHapusterimakasih ilmunya✨
Terimakasih ilmunya ✨
BalasHapusTerimakasih ilmunya kak🌹
BalasHapusJazakallah ilmunya ☘
BalasHapusterimakasih ilmunya✨
BalasHapusBermanfaat sekaliii
BalasHapus